1/06/2015

Review Kosmetik: Himalaya Facial Wash Clear Complexion Whitening

Pengen punya kulit putih sehat? Bisa aja, asal kita pandai memilih skincare yang dapat mencerahkan wajah dan sekaligus membuat kulit wajah menjadi sehat. Wanita Indonesia memang sudah terkenal ya selalu ingin memiliki kulit putih. Dan produk kosmetik untuk mencerahkan wajah sudah banyak sekali jenisnya diperjual belikan di toko kosmetik atau di supermarket. Oiya, salah satu produk kosmetik yang mempunyai kandungan pemutih adalah Himalaya Herbal. Himalaya Herbal merupakan kosmetik yang berasal dari India dan katanya sudah go international. Berita bahagianya, Himalaya Herbal sudah masuk di Indonesia. 

Oke, kali ini mau ngereview produk kosmetik Himalaya Herbal face wash. Untuk face wash, Himalaya memiliki empat varian pencuci wajah yaitu Gentle Exfoliating, Oil Control Lemon, Purifying Neem, dan Clear Complexion Whitening. Tapi kali ini yang saya review adalah Himalaya Herbals Clear Complexion Whitening Face Wash yang fungsinya untuk mencerahkan wajah. 

Rangkaian produk kosmetik Himalaya ini merupakan produk alami dan aman,  Face wash ini berbentuk tube dan pump. Yang saya gunakan sih yang berbentuk tube. Untuk teksturnya sangat lembut dan creamy tanpa scrub, dan busanya tidak sebanyak seperti pada facewash yang lainnya. Setelah dibilas, wajah terasa licin seperti masih ada sabun yang menempel di wajah, padahal sebenarnya enggak. Aromanya sangat wangi, untuk beberapa orang mungkin tidak akan menyukai kewangiannya. Setiap habis mencuci wajah dengan sabun ini, muka jadi lembut dan kenyal-kenyal. Menurutku facewash ini cocok untuk jenis kulit wajah yang kering. 

Hasil pemakaian facewash ini setelah tiga mingguan, wajah jadi lebih lembab. Tapi untuk mencerahkan sepertinya gak mempan dimukaku, soalnya gak ada efek mukaku tampak cerah. Yang kuacungin jempol itu bisa buat wajah lembaaaaab banget hehehehe....katanya kelembabannya dari kandungan buah pomergranate dan mentimun.

Keunggulan dari produk kosmetik Himalaya ini adalah selain harganya yang terjangkau juga bebas SLS. SLS adalah zat yang seharusnya dihindari yang biasa terdapat di dalam produk kosmetik pembersih, mulai dari pembersih wajah, badan, maupun lainnya. Selin tidak mengandung SLS, produk ini juga tidak mengandung Phthalates. Sedikit saya jelaskan disini,

  • Paraben, bahan kimia yang memiliki fungsi untuk mengawetkan. Kosmetik yang biasa kita beli bisa tahan sampai satu atau dua tahun karena kandungan Paraben ini.
  • SLS atau Sodium Laureth Sulfate, sejenis senyawa bahan kimiavyang menghasilkan busa/deterjen. 
  • Phthalates, senyawa yang dipakai untuk membuat plastik atau PVC, ewww....kebayang ya industri kosmetik menggunakan senyawa ini untuk melarutkan kosmetik.




Untuk packaging, menurut saya sederhana, dengan dominan warna peach dan tutup warna hijau. Model tutupnya itu flip flop. Tapi untuk model flip flop ini gampang rusak kalo jatuh kesenggol.

Pros:

  1. Bebas parabens, SLS/SLES, dan Pthalates
  2. Melembabkan
  3. Mudah didapatkan dan harganya ramah dikantong
Cons:
  1. Tutup model flip flop
  2. Kurang suka sama wanginya

Price             : sekitar 19k
Where to buy : supermarket atau toko kosmetik
Repurchase    : mungkin
12/21/2014

Review: Rivera Eye and Lips Make Up Remover

Bismilaah...

Make up remover ini saya beli waktu itu gara-gara rekomendasi dari mbak-mbak yang jaga counternya. Awalnya si mau beli make up remover punyanya si Maybelline. Tapi itu si mbak-mbak nawari coba pake yang merk Rivera, katanya si mirip dengan punyanya Maybelline. Tergiur dengan harganya yag lebih murah, akhirnya saya beli.

Pas udah sampe dirumah, dicobain lah langsung ni make up remover. Tenyata eh ternyata bener...mirip banget sama punyanya Maybelline. Cairannya warna biru trus berbusa seperti ada sabunnya gitu persis seperti Maybelline. Udah gitu ampuh banget ngilangin lipstik matte sama maskara anti air. Kelebihan dari make up remover Rivera ini mengandung vitamin A dan B serta diperkaya sama wortel dan pathcouli esential oil udah gitu diformulasikan sesuai dengan PH diwajah kita jadi cocok juga untuk kulit kering.

Wah mantep bener dah, udah murah mengandung vitamin dan PH balance pula. Gak rugi deh nurutin nasehatnya si mbak-mbak counter kemaren hahahaha.....



Penampakan Rivera


Kandungan Rivera




6/20/2014

My Handmade Store


Hi...
Please visit my handmade stuff
I made some bracelet and necklace
You can check at www.hurufbe.com


11/08/2013

Nasehat


11/06/2013
Untukmu Wahai Muslimah




(11 Untaian Nasehat dari Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi dalam kitab Mar'atil Muslimah)



Untukmu wahai saudariku seiman, sebelas untaian nasihat yang berharga. Wujudkanlah nasehat-nasehat tersebut niscaya engkau akan meraih hidup bahagia dan tentram in syaa Allooh,
dan minta tolonglah kepada Allooh untuk dapat mengamalkannya.

[1] Beribadahlah kepada Allooh semata sesuai dengan apa yang disyariatkan dalam kitabulloh dan sunnah

[2] Jauhi syirik, karena sesungguhnya syirik menghapus amalan2 ketaatan, sehingga menjadikan orang merugi

[3] Jauhilah menambah-nambah ibadah yang tidak disyariatkan, baik dlm masalah Aqidah atau lainnya. Sesungguhnya hal tersebut adalah sesat dan mengantarkan pelakunya ke jurang neraka

[4] Jagalah sholat lima waktu dengan sempurna, maka sesungguhnya jika engkau menjaga Allooh maka Allooh akan menjagamu, dan siapa yang melalaikan-Nya maka Allooh akan melalaikanmu, sehingga engkau menjalani kehidupan yang banyak sia-sianya.

Tegakkan sholat dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, jangan mengakhirkan sholat atau menunda-nundanya. Ketahuilah bagusnya sholat itu membuat bagusnya semua amalan dan sesungguhnya jeleknya sholat itu membuat rusaknya semua amalan

[5] Taatilah suamimu. Jangan pernah menolak permintaannya ataupun mengelak dari permintaannya selama tidak memerintahkanmu untuk bermaksiat kepada Allooh dan RosulNya, karena kebanyakan yang masuk neraka adalah wanita yang durhaka kepada suaminya

[6] Jagalah diri dan harta suamimu, baik ketika ia berada atau tidak ada di sisimu.

[7] Berbuat baiklah kepada tetanggamu, baik dengan ucapan ataupun perbuatan. Dan ketika tetangga menyakitimu maka tetaplah berbuat baik kepada mereka

[8] Hendaklah tetap berada di rumah dan jangan keluar kecuali dalam keadaan mendesak. Itupun jika engkau keluar pada waktu2 malam maka lebih baik jangan keluar kecuali dalam keadaan tertutup hingga tidak terlihat wajah dan telapak tangan

[9] Berbuat baiklah kepada kedua orangtua, hindari menyakiti keduanya baik berupa perkataan maupun perbuatan. Taatilah keduanya, namun jika kedua orangtua memerintahkan yang tidak baik, maka saat itu juga tidak ada kewajiban untuk menaatinya

[10] Perhatikanlah pendidikan anak2 dan biasakanlah mereka untuk jujur, menjaga kebersihan, mengajari mereka adab berbicara dan beramal, memerintahkan mereka sholat apabila sudah berumur 7 tahun dan pukul mereka jika telah mencapai 10 tahun (kalau tdk mau sholat) dan pisahkan tempat tidur mereka

[11] Perbanyaklah dzikir dan shodaqoh.

Kesebelas nasehat dari Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi tersebut tidaklah akan terwujud kecuali jika kita bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.



Sumber: Mutiara Sunnah

[Aku Begini, Kau Begitu]




Akhwat yang sudah menikah:
"Pernikahan itu -kadang- tidak seindah yang kita bayangkan, semulus kata-kata di buku-buku pernikahan, semerdu lantunan ceramah di radio atau kajian-kajian. Cobaan datang lebih banyak, sedang -seringkali- aku masih belum siap menjalaninya. Keluargaku begini dan begitu, sedang mertuaku begini dan begitu, aku sendiri harus rela mengubur sedikit impianku untuk hadir di majelis ilmu karena kesibukanku, sedang suamiku meninggalkanku, membuatku cemburu dengan pekerjaan yang mengganggu, mencuri waktu dariku..."

Akhwat yang belum menikah:
"Kesendirian itu sangat menggelisahkan. Aku harus menghadapi hidup seorang diri, menghalau fitnah syahwat dan syubhat tanpa ada yang mendampingi, menguatkan dan memberi sandaran saat jatuh air mata ke pangkuan. Aku pun harus rela membunuh kenikmatan bersama menghadiri majelis ilmu karena jauhnya perjalanan. Aku butuh mahram untuk menyandingku, berbagi kisahku yang penuh penentangan. Kau tahu, ukhty yang telah menikah... kau sudah menggenggam kunci surga itu. Sedang aku... aku hanya masih mampu membuka jalan kesana, dengan terus dan terus menuntut ilmu..."

***

Saudariku yang kucintai karena Allooh...

Bersyukurlah dengan pernikahanmu, karena teramat banyak wanita yang menangisi kesendiriannya di tengah memutih ubannya, bersyukurlah engkau memiliki kunci surga jika engkau ridho melayani suami, bersyukurlah karena telah dikarunia anak yang lucu, lantaran tidak sedikit hambaNya yang harus mengeluarkan uang tak terhitung jumlahnya hanya untuk mendapatkan seorang anak penyejuk mata baginya..

Atau bagi yang belum menikah, maka bersyukurlah karena masih ada kesempatan untuk menuntut ilmu, berbakti pada orangtua, menghafal alqur'an, hadits, dan lain sebagainya yang jarang bisa dilakukan jika sudah menikah kelak...

Bukan aku berharap engkau terus sendiri, tapi jika belum jua datang padamu ketetapan Alloh atas pendampingmu, maka jangan keluhkan atau berputus asa dengan itu.. Keluhanmu sedikit demi sedikit akan menggerogoti rasa syukurmu pada takdir Alloh...

Abud-Darda’ Radhiyallahu anhu berkata. “Apabila Allah telah menetapkan suatu takdir, maka yang paling dicintai-Nya adalah meridhai takdir-Nya”. (Az-Zuhd, Ibnul Mubarak, hal. 125)

Perbaharuilah imanmu dengan lafazh la ilaha illallah dan carilah pahala di sisi Allah karena cobaan yang menimpamu.

Janganlah sekali-kali engkau katakan : “Andaikan saja hal ini tidak terjadi”, tatkala menghadapi takdir Allah. Tiap orang telah dituliskan padanya jejak-jejak hidup yang terbaik untuk ia jalani.

”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS Al Baqarah [2] : 286).
Sesungguhnya tidak ada taufik kecuali dari sisi Allah.

Dari Shuhaib radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan, bila ditimpa kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginya”. (Ditakhrij Muslim, 8/125 dalam Az-Zuhud)

“Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (Al-Baqarah : 177)

“Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. (An-Nahl : 96)

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (Az-Zumar : 10)

Tidakkah engkau mendengar perkataan seorang hamba yang shalih (Yusuf) : “Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku”.

Maka jadikanlah Allah sebagai tempatmu mengadu tatkala ada musibah yang menimpamu. Sesungguhnya Dia adalah penanggung jawab yang paling mulia dan yang paling dekat untuk dimintai do’a”. (Al-Aqdud-Farid, 2/282)